News Update :

Popular Posts

Rumah Adat Tokayan

Rumah Adat Tokayan adalah Rumah Adat Mamuju

Tedong Bonga

Tana Toraja tak cuma terkenal dengan budaya nya, daya tarik lain yakni adanya rumah dari kerbau termahal di dunia.

Rumah Adat Mamuju

Rumah raja mamuju dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak untuk menyatukan balok-balok kayu

Baju Adat Toraja

Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011

Wisata Kali Mamuju

Kawasan objek wisata permandian alam Kali Mamuju, Sulawesi Barat mulau dipadati pengunjung saat libur panjang

Ma'Badong: Upacara Kedukaan Tana Toraja

Selasa, 17 Januari 2012



Badong adalah sebuah tarian dan nyanyian kedukaan berisi syair dukacita yang diadakan di upacara (pesta) kematian di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian Badong dilakukan secara berkelompok oleh pria dan wanita setengah baya atau tua dengan cara membentuk lingkaran besar dan bergerak.

Ma’ berarti ‘melakukan’ dan pa’ berarti pelaku, sehingga ma’badong berarti melakukan tarian dan nyanyian badong, dan pa’badong berarti penari badong.


Pengertian Badong
Badong dilakukan di setiap upacara kematian di Tana Toraja, dan dilakukan di tanah lapang atau pelataran yang cukup luas, yaitu di tengah-tengah lantang (rumah adat yang hanya dibuat untuk sekali pakai pada saat acara pesta kematian.

Pa’badong memakai baju seragam, biasanya hitam-hitam dan memakai sarung hitam atau memakai pakaian adat toraja. Jumlah penari dapat mencapai puluhan hingga ratusan orang, sehingga pria memakai seragam yang berbeda dengan para penari wanita. Terkadang para pria dan wanita juga mengenakan pakaian adat Toraja. Tetapi, karena badong juga terbuka untuk orang yang ingin ikut menari, jadi tamu upacara kematian yang ingin ikut ma’badong diperbolehkan berpakaian bebas.

Pada saat ma’badong, semua anggota tubuh pada pa’badong juga bergerak, seperti menggerakkan kepala ke depan dan ke belakang, bahu maju-mundur dan ke kiri-ke kanan, kedua lengan diayunkan serentak ke depan dan belakang, tangan saling bergandengan lalu hanya dengan jari kelingking, kaki disepakkan ke depan dan belakang secara bergantian.

Lingkaran besar yang diciptakan pada saat ma’badong dalam beberapa saat dipersempit dengan cara para pa’badong maju, lalu mundur kembali dan pemperluas lingkaran dan saling berputar dan berganti posisi, tetapi tidak bertukar pa’badong lain yang di sisi kanan atau kirinya.

Suara yang mengiringi tarian badong adalah nyanyian para pa’badong, tanpa iringan suara musik. Nyanyian yang dinyanyikan adalah lagu dalam bahasa Toraja, yang berupa syair (Kadong Badong) cerita riwayat hidup dan perjalanan kehidupan orang yang meninggal dunia, mulai dari lahir hingga meninggal. Selain syair tentang riwayat hidup, badong pada saat upacara kematian juga berisi doa, agar arwah orang yang meninggal bisa diterima di alam baka.
Pada umumnya, ma’badong berlangsung selama tiga hari tiga malam, karena pada umumya upacara kematian di Toraja berlangsung selama itu, tetapi tidak dilakukan sepanjang hari. Pada upacara kematian yang berlangsung selama lima hari dan tujuh hari, ma’badong dilangsungkan dengan waktu yang berbeda pula, sesuai dengan keinginan pa’badong dan persetujuan keluarga.

Pelaksaan upacara kematian di Tana Toraja hanya dilakukan oleh keturunan raja dan bangsawan, serta keluarga dengan status sosial yang tinggi, yaitu mereka yang memiliki banyak harta kekayaan. Hal inilah yang menyebabkan badong hanya dilakukan oleh golongan masyarakat yang kaya, walaupun dalam kenyataannya mereka sebagai penyelenggara, penari badong sendiri adalah keluarga dan masyarakat umum yang dengan sukarela ingin mendoakan orang yang meninggal pada saat itu.

Penari badong biasanya adalah masyarakat asli Tana Toraja yang sudah lama bermukim di Toraja dan sudah mengenal kuat kebudayaan Tana Toraja, hingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam menyanyikan syair ini. Selain itu, karena upacara kematian masih sering diadakan, masyarakat Tana Toraja tidak canggung dan dapat ma’badong dengan baik dan  lancar.

Selain ma’badong, biasanya di upacara kematian Tana Toraja juga ada tari ma’gellu (tarian tradisional Tana Toraja), pengenalan keluarga yang berduka cita, pengenalan kerbau bonga (belang) dan kerbau biasa yang disembelih, mapasilaga tedong (beradu kerbau, yang nantinya akan disembelih sebagai pengantar arwah orang yang meninggal menuju surga), pengarakan peti menuju tempat yang disediakan, penaburan uang logam untuk diperebutkan oleh tamu upacara, dan pembakaran kerbau dan babi sembelihan yang nantinya akan dibagi kepada keluarga, tamu,  dan masyarakat umum, dan ritual-ritual lainnya.

Tata Cara Pelaksanaan Badong
Sebelum upacara diadakan, yaitu pada saat persiapan upacara, para anggota keluarga yang berduka cita memilih siapa saja yang akan menjadi pa’badong untuk upacara kematian, yaitu keluarga, sanak saudara, rekan, tetangga, dan orang lain.

Hingga pada saat upacara kematian berlangsung, orang-orang yang telah ditentukan sebelumnya menuju tempat yang telah ditentukan, pada saat yang sudah ditentukan pula.

Para pa’badong berdiri dan saling menunggu teman yang lain berada di posisi masing-masing, lalu pemimpin badong (pemberi aba-aba yang dipilih dari pa’badong-pa’badong) memberikan aba-aba untuk memulai tarian mereka.

Pada awal ma’badong, para pa’badong menyanyikan empat badong secara berturut-turut sesuai dengan fungsinya, yaitu badong nasihat, badong ratapan, badong berarak, dan badong selamat (berkat). Setelah itu, dilanjutkan oleh para pa’badong yang sudah menyiapkan doa dan nyanyian riwayat hidup yang sudah dipersiapkan. Jika tiba waktu yang telah ditentukan, namun syair badong, doa, dan nyanyian riwayat hidup belum selesai, para pa’badong akan berhenti secara bersamaan dan mereka kembali ke lantang (rumah papan dan kayu yang digunakan hanya untuk upacara) untuk beristirahat, hingga pada waktu yang mereka rencanakan bersama, mereka akan ma’badong lagi.

Cara ini berlangsung hingga tarian dan nyanyian pa’badong selesai dan upacara kematian juga selesai.
Tata Cara Badong
Banyak hal yang telah menjadi keharusan sebagai tata baku dalam upacara badong. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk membentuk lingkaran sebagai nyanyian doa, penari badong paling sedikit harus berjumlah lima orang.
  • Syair lagu badong adalah syair yang sudah terstruktur sesuai dengan keempat fungsi ditambahkan dengan riwayat hidup orang yang meninggal dunia.
  • Badong dilaksanakan di upacara pemakaman di lapangan terbuka yang dikelilingi lantang (rumah adat).
  • Badong dilaksanakan oleh pria dan wanita dewasa.
  • Badong hanya dilakukan di upacara kematian dan bersifat sakral, bukan untuk permainan sehingga tidak akan dilakukan di upacara yang lain.
  • Rangkaian gerakan badong berupa gerakan kepala, pundak, tangan, dan kaki, serta perputarannya tidak mengalami perubahan dan variasi, tetapi berupa tata cara yang masih sama dengan yang diwariskan turun-temurun.
Fungsi Badong
Fungsi Badong adalah dibagi dalam empat bagian, yaitu badong pa’ pakilala (badong nasihat), badong umbating (badong ratapan), badong ma’ palao (badong berarak), dan badong pasakke (badong selamat atau berkat).

Badong pa’ pakilala
E..! Umbamira sangtondokta ?
To mai sangbanuanta ?
Sangti’ doan tarampakta ?
Ke de’ ko anta umbanting !
Rapana ta’ rio-rio,
Tatannun rosso maa.
Tang marandenkoka iko ?
Tae’ko dallo riomu ?
Lako te datu masallo’ ?
Ambe’ perangikan mati’,
Ambe’ tanding talingakan,
Angki lolloan batingki.
Ke umpokadaki’ bating,
Untannun mario-rio ;
Da’ tabarrugai bating,
Da’ talalan peninggoi.
Umbating tengki’ siada’,
Rintin sipakilalaki’ ;
Tae’ki’ lindona senga’,
Rampo ma’kekeran bassi.
Da’ anta lambi bating ru’seng,’
Tu rintin pa’ealian ;
Anta masakke mairi’,
Madariding sola nasang.
Badong umbating
Tonna masaki ulunna,
Tiku ramman beluakna ;
Nenne’ samandu-mandunna,
Kerangan umbongi-bongi.
Samari tampak sarrona,
Te upu’ pekaindo’na ;
Ka’tu angin dipudukna,
Ronta’ tondon to batanga.
Sokan sokannamo ia,
Te dao nene’ mendeatanta ;
Sola to dolo kapuanganta,
Unnamboran tinaranna.
Namboran salarika,
Nasio’ tang tongan dika ;
Dengka tau tang nabasa,
Tang nalulun baratai ?
La ditulakraka langi’,
La dimnangairika ? ;
Sokan2 ia Nene’,
Tang ma’ga’ta’ to dolota.
Ke napapatui lenki’,
Ke nasanda simisa’ki’ ;
Sanda’2 dilempangan,
Pangkun dipentilendungan.
Tallang turanannaki’ Puang,
Awo’ bela’-belaranna ;
Aur tebas-tebasannya ;
Ke disaile sulei,
La dibandika menasan.
Inde dao to tungara,
Rintin to mennulu sau’ ;
Umpolo bintanna Sali,
Sirundu’ karasan tanga.
Malemi situru’ gaun,
Sikaloli’ rambu ruaja ;
Naempa-empa salebu’,
Sau’ tondok Pong Lalondong.
Unnola tossoan Adang,
Panta’daran Tau bunga’ ;
Dadi deatami lolo’,
Kombongmi to palullungan.
La umbengki’ tua’ sanda,
Paraja sanda’ mairi’ ;
Anta masakke mairi’,
Madarinding sola nasang.
Badong ma’palao
Tiromi tu tau tongan,
Tu to natampa puangna ;
Tae’ sanglindo susinna,
Sanginto’ rupa-rupanna.
Pada ditampa bintun tasak ;
Pada dikombang bunga’ lalan ;
Sumbang bulan naesungi,
Kurapak allo natadongkonni.
Mallulun padang naola,
Umpamampu’ padang2 ;
Buda kinallo lalanna,
Dikki’ barra’ karunna.
Malemi naturu’ gaun,
Naempa-empa salebu’ ;
Sau’ tondok Pong Lalondong.
Ilo’ bambana makkun.
La sangtondok to dolona,
Sangisungan to menggaraganna ;
Ia nasang mintu’ tau,
Mairi’ sangtolinoan.
Badong passakke
Sampa’ batingkira tondo,
Pango’tonan marioki ;
Napokinallo ilalan,
Sau’ rumombena langi’.
Sau’ tondok Pong Lalondong,
Ilo’ tondok to Mario ;
Ganna’ sampin pebalunna,
Sukku’ todeng tunuanna.
Nariamo tangkean suru’,
Nasaladan kada rapa’ ;
Anta masakke mairi’,
Madarinding sola nasang.

Badong nasihat
Hai..! Di manakah orang sekampung kita ?
Yaitu tetangga kita ?
Rumpun keluarga kita ?
Ayo! Berdirilah lalu kita menuangkan kesedihan kita
Saya terdiam dengan sangat sedih
Mari kita menguraikan kesedihan hati.
Tidakkah engaku berduka ?
Tidakkah kesedihan di hatimu?
Kepada raja yang budiman ini ?
Bapa dengarkanlah kami.
Ya bapa miringkanlah telinga.
supaya kami bisa menyampaikan syair kesedihan kami
Kalau kita hendak mengatakan kesedihan,
janganlah kita perolokkan kesedihan,
jangan kita buat seperti permainan.
Kalau kita bersedih saling memperingati :
Kita bukanlah orang lain,
Tiba untuk memakan besi (berduka)
Jangan kita sebut bersedih itu salah,
Mengungkapkan ragam pertentangan
Supaya kita selamat sekalian
Bersentosa semuanya.
Badong ratapan
Pada waktu kepalanya sakit,
Semua rambutnya merasakannya ;
Makin keras sekerasnya,
Bertambah dari malam ke malam.
Hanya sedih keluh penghabisannya,
Sehabis ratapan memanggil ibunya ;
Putuslah angin pada mulutnya (artinya mati);
Habislah jiwa pada badannya (artinya mati)
Sayang sioh sayang dia,
Yang di atas nenek leluhur kita ;
Bersama pertuanan kita,
Mengamburkan sumpitannya.
Dihamburkan salakah,
Diukur tidakkah benar;
Adakah orang yang yang tak dikena,
Yang tidak disapu ratakan ?
Akan ditantangkah langit ke atas,
Akan ditaruhkan kayu pilar?
Sayang sioh sayang ia Nenek,
Leluhur kita tidak adil.
Kalau ditunjukkan kepada kita,
Kalau dikenakan pada kita masing-masing;
Tak akan dapat dielakkan,
Tak dapat dilindungi.
Seakan kita ini pohon bambu tebangan Tuhan,
Kalau kita menoloh kembali,
Kita tidak akan membawa penyesalan.
Ini di atas orang melentang,
Yang berbaring arah ke selatan ;
Melintasi ikatan papan lantai,
Mengikuti balak tengah rumah.
Sudah pergi bersama dengan embun,
Bersama dengan asap bara api ;
Diikut-ikuti oleh awan,
Ke selatan negeri tuhannya jiwa di negeri jiwa
Mengikuti jejak Adam,
Mengikuti manusia pertama ;
Sudah menjadi berhala di sana,
Sudah menjadi pelindung.
Akan memberikan kita berkat yang cukup.
Keselamatan masing2 sekalian ;
Supaya kita selamat sekalian,
Semuanya bersentosa.
Badong berarak
Lihat orang yang sebenarnya,
Orang yang ditempa oleh ilahnya ;
Sepertinya tidak sebanding,
Yang setara dengan keadaannya.
Bersamaan ditempa dengan bintang gemerlap.
Bersamaan dibentuk dengan bunga’ lalan (nama bintang)
Bulan purnama yang didudukinya,
Sinar matahari yang ditempatinya.
Padang berlumpur dilewati olehnya,
Menganguskan rerumputan ;
Banyak perbekalan di jalannya,
Berasnya melimpah pada waktu sore.
Telah berangkat diikuti embun,
Diikuti awan-awan ;
Ke selatan negeri Pong Lalondong.
Di sana kotanya yang tetap.
Akan senegeri dengan nenek moyangnya,
Sekedudukan dengan yang menenpanya ;
Semua yang berwujud manusia,
Dengan manusia di bumi.
Badong selamat (berkat)
Begitulah uraian kesedihan kamu,
Penjelasan kesedihan kami,
Menjadi bekal perjalannya,
Keselatan ujung2nya langit.
Ke selatan negeri tuhannya jiwa.
Di sana negeri orang yang bersedih ;
Cukup dengan kain pembungkusnya,
Genap kerbau bantaiannya.
Sudahlah ditatang dengan tangkean suru,
Telah dipelihara dengan kata sepakat.
Supaya kita semua selamat,
Kita sekalian bersentosa

Sumber : Tondokku

Mengenal Tongkonan sebagai Rumah Adat Toraja



Kali ini kita akan membahas sedikit mengenai Tonkonan rumah ada Toraja. Ditinjau dari arti harfiahnya, tonkonan (bahasa Toraja) berarti duduk, makna leksikalnya yakni rumah tongkonan itu ditempati untuk mendengarkan serta tempat duduk untuk membicarakan dan menyelesaikan segala persoalan. Bertolak dari fungsi itu, rumah tradisional Toraja dapat diartikan sebagai tempat pertemuan (Ma’tongkonan).

Suku Toraja dalam kehidupannnya sangat terikat oleh sistem adat yang berlaku, sehingga hal ini berpengaruh kepada keeksisan Tongkonan. Oleh karena itu di daerah tana Toraja dikenal beberapa tongkonan-tongkonan sesuai fungsinya dalam adat masyarakat Tana Toraja:

Tongkonan layuk

Tongkonan ini adalah tongkonan pertama dan utama kerena fungsinya didalam adat sebagai sumber kajian di dalam membuat peraturan-peraturan adat.

Tongkonan pekamberan / Pekaindoran

Tongkonan ini adalah tongkonan kedua yang berfungsi sebagai pelaksana atau yang menjalankan aturan, perintah dan kekuasaan adat didalam masing-masing daerah adat yang dikuasainya.

Tongkonan Batu Ariri

Tongkonan ini adalah tongkonan ketiga, tongkonan ini tidak mempunyai kekuasaan didalam adat tetapi berperan sebagai tempat persatuan dan pembinaan keluarga dari turunan yang membangun Tongkonan tersebut pertama kali.

Ketiga tongkonan yang disebutkan di atas pada prinsipnya mempunya bnetuk yang sama, tetapi dalam hal hiasan terdapat perbedaan khusus yang dilatarbelakangi oleh peranan dan fungsi masing-masing tongkonan tersebut.

Perbedaan tersebut terletak pada pemakaian tinag tengah yang disebut Tulak somba, pemakaian hiasan kepala kerbau yang disebut kabongo dan pemakaian kepala ayam yang disebut katik. Ketiga unsur yang telah disebutkan diatas khusus diperuntukkan bagi tongkonan layuk, sedangkan pada tongkonan pekamberan / pekaindoran hanya diperbolehkan memakai hiasan kabongo dan katik. Sementara untuk tongkonan batu ariri sebenarnya ketiga unsur tersebut tidak diperbolehkan untuk digunakan.

Bentuk tongkonan berbentuk perahu layar. Tradisi lisan dalam masyarakat Toraja meyakini bahwa bentuk itu dilatarbelakangi datangnya penguasa-penguasa pertama di Toraja, dari arah selatan Tana Toraja dengan mempergunakan perahu yang dinamakan Lembang melalui sungai-sungai besar seperti sunga Sa’dang. Bentuk perahu itulah yang menilhami pembuatan rumah tongkonan, sehingga bentuknya menjulang ke depan dan kebelakang.

Mengenai tata letaknya, tongkonan itu harus selalu menghadap ke utara dan ini merupakan syarat mutlak yang dianut didalam pembangunan sebuah tongkonan. Prinsif ini dilatarbelakangi oleh falsafah orang toraja dalam memandang alam, yang didalam ajaran aluk Todolo disebut apa oto na (4 dasar falsafah), yakni; bagian utara dinamakan ulunna langi’ atau merupakan penjuru yang paling mulia; bagian timur dinamakan mataallo, penjuru yang merupakan tempat bermulanya terang (matahari); bagian barat dinamakan matampu atau tempat datangnya kegelapan.atau sebagai simbolkesusahan atau kematian; bagian selatan dinamakan pollona langi. Bagian ini dianggap sebagai bagian terendah dari penjuru bumi dam merupakan tempat melepaskan segala yang kotor.

Oleh karena itu, semua bangunan tongkonan yang ada do tana toraja menghadap ke utara, termasuk didalam bangunan rumah adat di kete kesu yang dibangun sejak 400 tahun yang lalu dan telah dihuni sekitar 30 generasi.

Bangunan tongkonan juga terdiri dari bagian-bagian yang dinamakan:
Sulluk adalah kolong rumah;
 
Inan adalah ruangan yang terletak diatas kolong rumah yang dikelilingi dinding sebagai badan rumah, inan ini sendiri terbagi kedalam: 

Tangdo yang berfungsi sebagai kamar depan sebagai tempat sesembahan kepada leluhur; Sali adalah bilik tengah yang fungsinya terbagi dua, pada bagian timur tangdo difungsikan sebagai padukkuang Api (dapur) dan tangdo bagian barat sebagai tempat inan Pa Bulan (orang meninggal)
 
Sumbung adalah ruang bagian belakang yang berfungsi sebagai kamar tidur orang yang menempati tongkonan tersebut.
 
Rattian adalah loteng rumah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pusaka dan benda-benda berharga lainnya.

Papa adalah adalah pelindung berupa atap yang terbuat dari bambu yang mempunya bentuk khas perahu.
 
Demikianlah sedikit artikel tentang Tongkonan Rumah Adat Toraja semoga artikel sederhana ini dapat menambah wawasan akan khazanah budaya yang terdapat dinegeri ini.


Sumber : Kompasiana

Sederet Potensi Wisata Tana Toraja



TANA Toraja merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang terletas sekira 328 kilometer di utara kota Makassar. Sebagai daerah wisata, Tana Toraja berada pada ketinggian 300 hingga 2880 meter dari permukaan laut dengan suhu antara 16-28 derajat celcius. Tana Toraja menyimpan banyak potensi wisata yang layak dikembangkan.

Saat memasuki daerah Salubarani perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, wisatawan bisa melihat hamparan sawah menghijau, bukit kapur menjulang tinggi dengan latar pegunungan biru berkabut. Rumah tradisional berukiran unik dengan atap melandai ke atas bisa dijumpai hampir di semua wilayah ini. Tidak salah jika Tana Toraja menjadi pilihan untuk menghabiskan hari liburan.

Berikut ini beberapa potensi wisata dan budaya yang ada di Tana Toraja:

Kolam Makale

Makale adalah Ibu Kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Tana Toraja. Di pusat kota Makale terdapat sebuah kolam besar yang di tengahnya terdapat Patung Lakipdada berukuran besar. Kolam  ini biasanya sebagai tempat bersantai bagi wisatawan sambil menikmati keindahan alam pegunungan yang bisa dilihat dari kolam Makale.

 
Tilangnga Tana Toraja

Tilangnga

Tilangga adalah sebuah permandian alam yang berbentuk kolam terletak di Kecamatan Makale Utara sekira 11 meter dari Kota Makale. Mata air yang bersumber dari pegungunan sekitarnya mengalir dari celah batu-batu kapur yang tidak pernah kering meski pada musim kemarau panjang.

Di kolam hidup belut-belut besar yang tidak membahayakan pengunjung yang berenang. Konon, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, setiap pengunjung yang melihat keberadaan belut penghuni kolam itu akan membawa keberuntungan.

 

Sarambu Assing

Sarambu Assing terletak di bagian barat Kabupaten Tana Toraja di Kecamatan Bittuang atau sekira 35 kilometer dari kota Makale. Sarambu Assing merupakan kawasan objek wisata air terjun yang berasal dari pegunungan dan hutan yang masih asri. Wisatawan terlebih dahulu menelusuri jalan setepak di kawasan hutan pinus yang masih asri untuk sampai ke air terjun mirip air terjun Bantimurung yang ada di Kabupaten Maros.

Objek wisata Sarambu Assing juga potensi dikembangkan untuk wisata alam. Sejak air terjun Sarambu Assing dibuka untuk umum, objek wisata alam mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara terutama pada hari libur dan akhir pekan.

 
Hutan Pangopango

Pangopango

Pangopango terletak sekira tujuh kilometer arah selatan Kota Makale merupakan sebuah kawasan hutan tropis dengan kesejukan alam yang alami. Di atas ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut wisatawan disajikan pemandangan alam luar biasa indahnya. Kita juga bisa melihat seluruh Kota Makale dan Kota Rantepao dari puncak Pangopango. Kawasan ini sangat potensial dikembangkan menjadi wisata alam dan agrowisata.

Lemo

Lemo terletak sekira sembilan kilometer dari arah utara Kota Makale. Objek wisata yang berada di Kecamatan Makale Utara itu terdapat kuburan batu pahat sebagai situs pemakaman bagi para kepala suku di Toraja saat itu. Didepan liang (kubur) terdapat patung (tau-tau) sebagai replika orang yang dimakamkan. Di sekitar objek wisata Lemo juga terdapat tempat pembuatan tau-tau dan kios yang menjual berbagai souvenir khas toraja.

 
Tongkonan / Rumah Adat Toraja

Rumah adat Toraja

Rumah adat Toraja berbeda dengan rumah adat di daerah lain. Atap rumah yang melandai ke atas menyerupai perahu. Keunikan lainnya dari rumah adat Toraja, bagian depan rumah terdapat deretan tanduk kerbau dan bagian dalam rumah terdapat tiga ruangan. Dinding rumah juga dihiasi dengan ukiran khas toraja.

 
Ritual Adar Ma'Badong

Ma’badong

Ma’badong merupakan tarian khas Toraja pada ritual adat rambu solo (kedukaan). Tarian ini dilakukan secara berkelompok. Para penari membentuk lingkaran sambil melantunkan nyanyian duka. Gerakan tangan dan kaki para penari disesuaikan dengan irama lagu.
(Joni Lembang/Koran SI/ftr)

Sumber : Okezone

Polisi Gadungan Ditangkap di Makale

Jumat, 13 Januari 2012





Marthen Ganna Sorreng (26), warga Kamali, Kelurahan Kamali Pentaluan, Kecamatan Makale, diamankan aparat Kepolisian Resort Tana Toraja, karena kerap meresahkan para pedagang pasar sentral Makale dengan mengaku sebagai anggota satuan Intelkam Polda Sulselbar.

Dari tangan pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, polisi menyita satu buah pisau sangkur yang memiliki gagang mirip pistol revolver. Sarung dan gagang pisau yang disita terbuat dari fiber cord. Pada sarung sangkur juga terdapat tulisan Infantri.

Menurut informasi yang dihimpun, beberapa waktu belakangan ini, pelaku sering berlagak dan mengaku sebagai anggota intel Polda kepada para pemilik warung dan pedagang di Pasar Makale. Pelaku juga sering memperlihatkan pistol, yang ternyata berisi sangkur, kepada warga di sekitar pasar.

Dari sisi body maupun penampilan, Marthen memang cukup mirip dengan anggota kepolisian. Berbadan tegap, rambut cepak, dan selalu mengenakan celana, baju, dan sepatu polisi.

Dengan penampilan yang meyakinkan ini, Marthen berhasil mengelabui beberapa pemilik warung makan dan pedagang ikan di sekitar pasar Makale. Menurut pengakuan beberapa pemilik warung, bermodalkan pengakuan serta penampilan yang mirip polisi ini, Marthen seringkali mengambil ikan dari pedagang pasar dan makan dan minum tuak di warung pasar secara gratis.

Bahkan, pelaku sempat membawa kabur sepeda motor Yamaha RX King nomor polisi DD 3636 QA milik Usman, salah satu pedagang ikan di pasar sentral Makale selama beberapa hari. Awalnya Marthen menyatakan hanya meminjam sepeda motor tersebut untuk mengantar pacarnya ke Salu Sopai, Toraja Utara. Namun setelah ditunggu beberapa hari, Marthen tidak muncul-muncul membawa pulang sepeda motor. Merasa ditipu, Usman pun mengadu ke polisi.

Selain karena adanya laporan Usman, rupanya beberapa personil kepolisian dari Polres Tana Toraja sudah mencurigai gerak-gerik pelaku. Polisi juga sudah menerima beberapa pengaduan terkait ulah pelaku di pasar Makale.

Setelah diintai beberapa lama dan ketahuan bahwa yang bersangkutan bukan anggota Polri, akhirnya polisi pun meringkus Marthen, saat hendak mengantar seorang wanita ke Salu Sopai, menggunakan sepeda motor milik Usman. Menurut keterangan anggota polisi yang menangkap pelaku, saat hendak diringkus, teman wanita Marthen masih sempat berteriak dan melarang polisi menangkap Marthen, karena menurut sang wanita, Marthen adalah anggota polisi juga.

Kepala satuan reserse dan kriminal (Kasatreskrim) Polres Tana Toraja, AKP Suprianto, yang dikonfirmasi, Selasa kemarin, membenarkan penangkapan oknum polisi gadungan yang membawa kabur sepeda motor salah satu pedagang ikan di pasar Makale. Menurutnya, ulah pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi sudah sangat meresahkan masyarakat dan pedagang pasar sentral Makale.

“Polisi gadungan itu sudah kita tahan. Dia masih terus kita periksa untuk melengkapi berkas. Kita akan menerapkan pasal penipuan, pemerasan, dan undang-undang darurat,” jelas Kasatreskrim.

Sumber : Palopo Pos

Tedong Bonga

Rabu, 11 Januari 2012




Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan tak cuma terkenal dengan budaya dan adat istiadat. Daya tarik lain yakni adanya rumah dari kerbau termahal di dunia. Konon tedong bonga atau kerbau belang dengan beragam corak hanya bisa hidup di daerah ini.

Kerbau sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Toraja. Sebab kerbau adalah hewan utama dalam upacara pemakaman. Kerbau albino belang jenis bubalus bubalis atau kerbau lumpur, banyak dijumpai di Tana Toraja. Hewan ini cantik dan harganya bisa mencapai Rp 300 juta. Harga ditentukan ragam corak dan kemulusan kulit.

Maka tak heran tedong bonga sering disebut kerbau raja. Perawatan tedong bonga berjenis saleko atau belang seluruh badan ini memang bak raja. Tiga kali seminggu kerbau bernama artis dua ini ditemani berendam selama tiga jam. Seluruh badan juga diberi shampo agar bulu-bulu tidak rontok.

Rumput yang diberikan harus segar. Sang kerbau pun cukup tunggu di kandang karena semua akan dilayani perawat kerbau. Sang perawat mendapat upah Rp 600 ribu per bulan. Tak heran jika kerbau berusia sembilan tahun itu memiliki berat 700 kilogram.

Kandang kerbau juga diasapi rumput basah. Hal ini bertujuan menjaga kerbau dari gigitan nyamuk.

Nah dalam upacara pemakaman atau rambu solo, kerbau dianggap sebagai kendaraan menuju alam baka. Simbol ini tergambar dalam upacara pemakaman nenek Theresia Tangdo Pole, asal Deri yang meninggal pada 2008 silam.

Karena kedudukan sosial yang tinggi dalam masyarakat Tana Toraja, keluarga mengeluarkan Rp 4 miliar untuk biaya upacara. Sebagian besar dihabiskan untuk membeli kerbau yang disembelih selama empat hari.


Sumber : rimanews

Dewan Tambah Tiga Kendaraan Dinas Baru

Selasa, 10 Januari 2012



MAKALE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja kembali menambah tiga kendaraan dinas (randis) operasional baru . Informasi yang diperoleh SINDO, tiga kendaraan dinas baru yang dibeli melalui Sekretariat Dewan (Sekwan), yaitu jenis Nissan Livina X-gear sekitar Rp190 juta per unit.

Tiga mobil baru itu untuk operasional pimpinan alat kelengkapan Dewan, yaitu Ketua Badan Kehormatan DPRD Tana Toraja MT Allorerung, Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja Massudi Sambolinggi, dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe. Hanya,satu unit mobil baru tersebut tidak sesuai untuk operasional pimpinan alat kelengkapan Dewan. Pasalnya, jabatan wakil ketua komisi tidak masuk struktur pimpinan alat kelengkapan DPRD.

Sementara Ketua Badan Legislasi YP Pillo dan Ketua Komisi I YT Paonganan yang masuk struktur pimpinan alat kelengkapan DPRD belum memperoleh fasilitas kendaraan dinas. Sementara itu,tiga unit kendaraan dinas mantan pimpinan DPRD Tana Toraja periode 2004–2009 jenis Nissan Terrano, saat ini digunakan Ketua Komisi III Yohanis Lintin Paembongan; anggota Badan Kehormatan DPRD Alexander P Ranteallo; dan Ketua Fraksi PDK DPRD Tana Toraja Takin Sima.

Sekretaris DPRDTanaToraja Damoris Sembiring kepada SINDO, membenarkan sudah membeli tiga kendaraan dinas baru untuk alat kelengkapan DPRD. Pengadaan mobil tersebut didanai melalui APBD tahun anggaran 2011. Damoris pun tidak menampik satu unit kendaraan dinas baru saat ini digunakan salah satu anggota DPRD yang tidak masuk dalam struktur alat kelengkapan DPRD.

Dia beralasan, Sekretariat DPRD belum mengatur pembagian penggunaan kendaraan dinas baru tersebut untuk para pimpinan alat kelengkapan Dewan. “Kami selesaikan dulu penyusunan APBD 2012. Kalau sudah selesai, baru kami atur pembagian kendaraan dinas untuk pimpinan alat kelengkapan Dewan,” ujarnya di Makale,kemarin. Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi mengatakan, pengaturan pembagian kendaraan dinas bagi pimpinan alat kelengkapan Dewan merupakan wewenang Sekretariat DPRD.

Status tiga kendaraan dinas baru masih pinjam pakai “Kami percayakan kepada Sekwan mengatur pembagian penggunaan randis untuk pimpinan alat kelengkapan Dewan. Sampai sekarang belum ada serah terima kendaraan dinas dan masih berstatus pinjam pakai,” ujar legislator Partai Golkar itu.


Sumber : Sindo

Pangopango, Agrowisata Baru di Tana Toraja



TANA Toraja mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan. Inovasi ini menjadikan kawasan Pangopango sebagai objek wisata alam dan agro wisata.

Pangopango letaknya di perbatasan Kelurahan Sapan dan Kelurahan To’sapan Kecamatan Makale Selatan atau sekira tujuh kilometer dari Kota Makale, Ibu Kota Kabupaten Tana Toraja. Pangopango juga berada di tengah-tengah perbatasan beberapa kecamatan. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makale, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Mengkendek, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bonggokaradeng dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Gandasil.

Pangopango merupakan kawasan hutan hujan tropis sangat pontensial dikembangkan sebagai objek wisata alam. Kesejukan alam yang masih alami mulai terasa saat memasuki kawasan Pangopango. Disamping kiri kanan jalan ditumbuhi berbagai jenis tanaman hutan yang masih asri. Sepanjang perjalanan, pengunjung bisa melihat panorama alam dengan latar pengunungan biru yang menjulang tinggi.

Di atas puncak Pangopango dengan ketinggian sekira 1.100 meter dari permukaan laut, pengunjung bisa melihat berbagai keindahan panorama alam. Hamparan sawah, bukit kapur hingga pengunungan biru yang menjulang tinggi diselimuti kabut terpampang di depan mata.

Jika cuaca cerah, wajah seluruh Kota Makale dan ¾ kota Rantepao Ibu Kota Toraja Utara terlihat jelas dari puncak Pangopango. Untuk mengembangkan potensi Pangopango sebagai objek wisata berbasis lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja terus berbenah. Saat ini, sementara dibangun akses jalan menuju kawasan wisata Pangopango.

“Pangopango memiliki panorama alam luar biasanya indahnya. Sangat disayangkan jika potensi wisata itu tidak dimanfaatkan,” ujar bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.

Selain berpotensi menjadi objek wisata alam, Pangopango juga berpotensi sebagai daerah agrowisata. Di sekitar Pangopango terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering. Sumber mata air itu dimanfaatkan masyarakat setempat untuk minum dan pertanian didukung dengan tanah yang subur. Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat hingga saat ini belum tercemar karena belum menggunakan pestisida maupun pupuk nonorganik. Pengolahan pertanian dan perkebunan pun masih bersifat tradisional.

Rencananya, Pemkab Tana Toraja akan menjadikan kawasan Pangopango sebagai agrowisata. Setiap pengunjung yang datang berwisata di Tana Toraja bisa langsung menikmati hasil pertanian dan perkebunan dengan memetik langsung dari kebun milik masyarakat. Bahkan, di kawasan sekitar Pangopango akan dijadikan sebagai daerah percontohan tanaman markisa, tamarillo, dan wortel.

“Tahun 2012, Pemkab Tana Toraja akan menggelontorkan dana sekitar Rp2 miliar untuk menyulap Pangopango sebagai kawasan agro wisata,” tutup Theofilus.


Sumber : okezone

Upacara "Rambu Solo" Daya Tarik Tana Toraja

Sabtu, 07 Januari 2012



Upacara ritual "Rambu Solo" (pesta duka) yang di selenggarakan Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara dalam rangkaian pesta budaya dan pariwisata "Lovely December" 2011 berhasil menjadi daya tarik pariwisata Sulawesi Selatan khususnya Tana Toraja.

Menurut Kadis. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulsel Syuaib Malombassi di Makassar, Jumat, mengatakan, dua pesta Rambu Solo yang digelar di Tana Toraja merupakan rangkaian pesta budaya "Lovely December" pada 28-30 Desember 2011 telah membangkitkan kembali citra pariwisata Sulsel.

"Hal ini merupakan merupakan modal besar kita menyambut tahun kunjungan Sulsel (Visit South Sulawesi) 2012 untuk menjaring kunjungan wisatawan asing dan domestik," ujarnya.

Salah satu acara ritual yang digelar di Tana Toraja akhir tahun 2011 adalah perayaan Rambu Solo almarhumah Agnes Datu Sarunggalo, ibu kandung istri Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa yang dirayakan cukup meriah.

Keistimewaan acara ritual itu adalah ditampilkannya "Tedong Bonga" (kerbau belang) jenis langka Salego seharga Rp 360 juta. Kerbau Salego berumur 14 tahun untuk pertama kalinya ditampilkan sejak pesta ritual Rambu Solo digelar di Tana Toraja, kata Syuaib.

Satu pesta duka lainnya adalah keluarga AB Tandirerung yang tidak kalah meriahnya menandai pesta budaya akhir tahun Lovely December 2011 yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara menghabiskan dana Rp5,5 miliar.

Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring mengatakan, Lovely December 2011 menyerap kunjungan 70.000 wisatawan atau naik dua kali lipat dibanding tahun lalu sebanyak 35 ribu orang.

Meningkatnya Jumlah kunjungan wisatawan tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Toraja telah bangkit kembali setelah sempat terpuruk beberapa tahun yang lalu.

Seluruh kamar hotel di Toraja Utara dan Tana Toraja penuh. Sebanyak 1.864 kamar hotel di dua daerah itu terisi selama pelaksanaan pesta budaya dan pariwisata akhir tahun tersebut, ujar Bupati Batti Sorring.

Rangkaian pesta budaya dan pariwisata Lovely December 2011 masih berlangsung dan berakhir pada acara tutup tahun menyambut pergantian tahun yang ditandai dengan pesta kembang api di Rantepao, Toraja Utara dan Makale, Tana Toraja.


Sumber : antara news

Pasar Kerbau di Toraja

Kamis, 29 Desember 2011

Kerbau merupakan lambang kemakmuran di suku Toraja. 





Di daerah lain, kerbau mungkin hanya hewan ternak biasa. Namun, di Toraja, Sulawesi Selatan, kerbau punya posisi penting.

Kerbau merupakan lambang kemakmuran di suku Toraja. Tak heran, harga hewan ini bisa melejit hingga ratusan juta rupiah. Seperti yang diperdagangkan di Pasar Bolu, Rantepao, Toraja Utara. Pasar Bolu atau pasar hewan merupakan pusat penjualan kerbau di Toraja yang harganya mulai dari Rp5 juta hingga ratusan juta per ekor.

 

Suku Toraja kerap menggunakan kerbau dalam upacara adat mereka. Jumlah kerbau yang dikorbankan menjadi salah satu tolak ukur kekayaan keluarga yang menyelenggarakan adat.

Sebagai simbol kemakmuran, tanduk-tanduk kerbau yang sudah dikorbankan kemudian dipasang berjejer di depan rumah tradisional Toraja yang disebut tongkonan.

Untuk mellihat hiruk pikuk transaksi kerbau di Pasar Bolu


Sumber : Vivanews

Dua Perayaan Natal Besar Digelar di Toraja


 
Dua perayaan Natal besar digelar di Kabupaten Toraja dan Toraja Utara, masing-masing Natal Oikumene dan Natal Kibaid. Dua perayaan mengambil tema: Natal tak cuma membawa kedamaian tapi juga melahirkan kesejahteraan.

Bupati Toraja Theofillus Allorerung pada perayaan Natal Oikumene di Lapangan Sepak Bola Kota Kabupaten Toraja, Makale, Rabu (28/12), mengatakan, tema itu akan menjadi semangat baru masyarakat Toraja untuk mencapai kesejahteraan sebagai bagian dari iman dan budaya.
 

Ia menambahkan, tema ini sekaligus menjadi harapan, doa, dan pernyataan kehendak masyarakat Toraja untuk hidup bersatu, penuh suka cita, damai serta penuh semangat persekutuan.

Perayaan Natal kali ini, lanjutnya, tak lagi hanya disponsori pemerintah tapi dilaksanakan seluruh pimpinan gereja di Toraja dan Toraja Utara karena kepengurusan gereja tidak mengenal batas wilayah.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan seluruh jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang menghadiri perayaan Natal tersebut.

"Terima kasih kepada gubernur, SKPD dan Anggota DPR RI Markus Nari, Anggota DPD Bahar Ngitung yang selama ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dari berbagai sektor yang ditandai dengan peningkatan anggaran yang masuk ke Toraja dari tahun ke tahun," katanya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pesan dan kesan Natal yang disampaikannya mengatakan, pemerintah sangat berkepentingan agar hubungan antar seluruh agama dapat selalu berjalan secara harmonis.

"Kita berharap apa yang kita rayakan hari ini adalah bagian dari kontribusi kita, menghadirkan Indonesia dalam ke-bhineka-an, dalam agama yang utuh untuk menghadirkan kehidupan yang makin baik bagi bangsa dan seluruh masyarakat," jelasnya.

Hari Natal, lanjutnya, merupakan bagian penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik di Toraja. "Perayaan Natal ini merupakan langkah besar kita untuk memulai langkah yang datang dari hati yang tulus untuk bisa hidup secara baik bersama,"katanya.

Perayaan Natal, katanya, tidak lain adalah bentuk kesyukuran menghadirkan cinta kasih dari ajaran agama.

Mengakhiri sambutannya, gubernur menggambarkan bahwa suasana damai Sulsel selama ini telah berhasil meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat berdasarkan jumlah peredaran uang yang telah mencapai Rp117 triliun hingga Desember 2011, jumlah tabungan masyarakat mencapai Rp41,3 triliun hingga Oktober 2011.

Serta peningkatan pendapatan per kapita dari rata-rata Rp9 juta hingga Rp10 pada tiga tahun lalu menjadi Rp15 juta pada 2010.

Selain menghadiri kedua perayaan Natal tersebut, gubernur juga menghadiri dua upacara adat pemakaman "Rambu Solo", masing-masing merupakan upacara pemakaman Ibu Mertua dari Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan tokoh masyarakat Toraja A.B. Tandirerung.


Sumber : MetroTV News

Ekspor Kopi Toraja Turun Drastis

Rabu, 28 Desember 2011


 Ekspor kopi Toraja menurun tahun ini bila dibandingkan dengan tahun lalu. Angka penurunan ini diperoleh setelah menghitung jumlah ekspor kopi Arabika. Jumlah ekspor kopi Arabika asal Sulawesi Selatan periode Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 1.150 ton. Sedangkan ekspor Januari hingga Oktober tahun lalu mencapai 5.759 ton. Nah, sebanyak 70 persen dari total ekspor tersebut adalah kopi Toraja.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan Achmad Habib, faktor utama yang menyebabkan menurunnya ekspor kopi Toraja secara drastis adalah karena produksi juga menurun. Alasan serupa dikemukakan Acis Tomasoa, pemilik PT Bumi Permata Allo dan PT Bumi Lion Kencana yang memproduksi biji kopi di Kabupaten Toraja Utara.

“Tahun ini kami tak mengekspor karena produksi sangat minim dan tidak memenuhi standar kuantitas yang diinginkan negara tujuan ekspor,” ujar Acis saat ditemui di Kafe dan Resto Bandar Makassar, Selasa, 27 Desember 2011. Perusahaan Acil selama ini mengekspor kopi ke Belanda dan Singapura.

Di Belanda, menurut dia, standar kopi yang diinginkan minimum 10 ton. Sedangkan untuk Singapura minimal 1 ton. Acil mengatakan penurunan produksi kopi lebih banyak karena faktor cuaca. “Pada awal tahun, perkebunan kopi sudah berbunga, namun tiba-tiba masuk hujan deras yang tak menentu sehingga bunganya rusak dan tak sempat berbuah. Ada juga yang berbuah, tapi sangat sedikit,” kata dia.

Meski demikian, menurutnya, perusahaannya bisa saja mengambil biji kopi dari tempat lain untuk diekspor. Tapi hal itu tidak dilakukan. “Kami menjaga kualitas. Kopi kami dikembangkan di lahan yang sangat subur sehingga membuat kualitasnya terjamin. Kopi Toraja sudah sangat dikenal dan diminati di luar negeri, serta menjadi ikon kopi Sulsel,” kata dia.

Sumber: Tempo News

ALAT-ALAT MUSIK TRADISIONAL TORAJA

Selasa, 27 Desember 2011




Di samping seni tari dan seni suara serta pantun juga diperkenalkan seni musik tradisional Toraja antara lain :

PASSULING

Semua lagu-lagu hiburan duka dapat diikuti dengan suling tradisional Toraja (Suling Lembang). Passuling ini dimainkan oleh laki-laki untuk mengiringi lantunan lagu duka (Pa'marakka) dalam menyambut keluarga atau kerabat yang menyatakan dukacitanya. Passuling ini dapat juga dimainkan di luar acara kedukaan, bahkan boleh dimainkan untuk menghibur diri dalam keluarga di pedesaan sambil menunggu padi menguning.

PA'PELLE'/PA'BARRUNG

Musik digemari oleh anak-anak gembala menjelang menguningnya padi di sawah. Alat musiknya terbuat dari batang padi dan disambung sehingga mirip terompet dengan daun enau yang besar. Pa'barrung ini merupakan musik khusus pada upacara pentahbisan rumah adat (Tongkonan) seperti Ma'bua', Merok, Mangara dan sejenisnya.

PA'POMBANG/PA'BAS

Inilah musik bambu yang pagelarannya merupakan satu simponi orkestra. Dimainkan oleh banyak orang biasanya murid-murid sekolah di bawah pimpinan seorang dirigen. Musik bambu jenis ini sering diperlombakan pada perayaan bersejarah seperti hari peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, Peringatan Hari Jadi tana Toraja. Lagu yang dimainkan bisa lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah Tana Toraja, lagu-lagu gerejawi, dan lagu-lagu daerah di seluruh Indonesia.

PA'KAROBBI

Alat kecil dengan benang halus diletakkan pada bibir. Benang atau bibir disentak-sentak sehingga menimbulkan bunyi yang berirama halus namun mengasyikkan.

PA'TULALI'

Bambu kecil yang halus, dimainkan sehingga menimbulkan bunyi/suara yang lumayan untuk menjadi hiburan.

PA'GESO'GESO'

Sejenis alat musik gesek. Terbuat dari kayu dan tempurung kelapa yang diberi dawai. Dawai yang digesek dengan alat khusus yang terbuat dari bilah bambu dan tali akan menimbulkan suara khas. Alat ini mengeluarkan nada sesuai dengan tekanan jari si pemain pada dawai. Pa'geso'-geso' terkenal dari Kecamatan Saluputti.

Dunia Pendidikan Tana Toraja, Memprihatinkan



Perkembangan dunia Pendidikan Tana Toraja Sungguh sangat memprihatinkan. Tana Toraja yang dulunya dikenal dengan mutu pendidikannya yang sering mencetak pelajar-pelajar yang handal, saat ini berada pada urutan ke-22 dari 23 Kabupaten/kota dalam daftar kualitas pendidikan. Hal tersebut terungkap saat Dewan Pendidikan Tana Toraja menyampaikan hasil evaluasi tertanggal 3 Desember 2011.

Yohanis Titting, Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, yang baru saja dilantik pada senin (19/12) lalu mengatakan "Keterpurukan dunia pendidikan di Tana Toraja mungkin dikarenakan oleh ketiadaan Kepala Dinas selama empat tahun, Atau mungkin juga karena terjadinya alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran".Katanya

Ditambahkannya, terpuruknya mutu pendidikan di Tana Toraja membuatnya harus bekerja keras. "Saya harus mengencangkan berkreasi mendorong para tenaga pendidik di semua tingkatan untuk mengikuti pelatihan dalam meningkatkan sumberdaya dan penerapan pendidikan sesuai standar," tambahnya.

Sementara itu, Alexander Pantan Rante Allo, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tator, mengatakan, bahwa terpuruknya kualitas pendidikan di Tana Toraja sangat menyedihkan.
"Fenomena pendidikan mengalami kemunduran di Tana Toraja. Kondisi ini harus menjadi perhatian Bupati Theofilus Allorerung. Kesadaran tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya harus terus didorong," katanya.


Sumber : Toraja update

Pakaian Adat Toraja menarik perhatian dunia




Seoul (ANTARA News) - Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011 yang digelar di Korea Selatan (Korsel), Johanica Yanuar, menarik perhatian penonton yang berasal dari 48 negara di dunia.


"Banyak pujian yang disampaikan melalui bebeberapa media termasuk website tentang national costume yang digunakan oleh peserta dari Indonesia, Johanica Yanuar," kata Ketua Tim Indonesia yang juga Brand Manager L-Men, Christian Widi Nugraha, di Seoul.

Kontes pria berbakat tingkat dunia, Manhunt International 2011, digelar di Seoul, Korea Selatan, dan malam finalnya digelar pada di salah satu kawasan elit Seoul.


Hasil survei sebuah komunitas kontes kecantikan dalam lamannya www.indopageants.com memprediksikan busana nasional yang dikenakan duta Indonesia akan menjadi The Best National Costume.

Wakil Indonesia, Johanica Yanuar (26), yang berpostur tinggi 182 cm itu mengenakan busana rancangan Dynan Fariz - Jember Fashion Carnaval yang bertemakan Mystical Toraja dalam sesi Traditional Costume Parade.

Busana tersebut merupakan modifikasi pakaian adat Toraja seppa tallung buku yang dilengkapi dengan sayap dan tanduk mengesankan kebesaran dan keagungan salah satu kebudayaan Indonesia.

Widi menambahkan, pemilihan busana yang terinspirasi dari budaya Toraja itu juga sekaligus diharapkan mampu menarik perhatian dunia tentang keaneragamanan budaya Indonesia sehingga mereka tertarik untuk datang dan melancong ke Tanah Air.


Sumber : Antara News

Wisatawan ke Toraja Naik 60 Persen





Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara optimis kunjungan wisatawan tahun ini meningkat 60 persen dibanding 2010. Peningkatan didorong event tahunan "Lovely December" yang akan digelar 27-31 Desember 2011.
Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung kepada FAJAR, Jumat 23 Desember, di Ruang Pola Kantor Gubernur mengungkapkan, menjelang Lovely December 2011 arus wisatawan ke Tana Toraja dan Toraja Utara menunjukkan tren peningkatan.

"Sekarang ini hotel full booking. Penginapan untuk tamu mulai sulit didapatkan, padahal tahun lalu kondisinya tidak seperti ini. Untuk mengantisipasi kami juga sudah siapkan rumah warga," jelas bupati.

Data yang ada di Disbudpar Tana Toraja dan Toraja Utara menunjukkan, hingga November 2011 kunjungan wisatawan mencapai angka 60 ribu orang. Padahal per Juni 2011 lalu tak lebih 30.833 orang. Khusus Toraja Utara yang menjadi tuan rumah Lovely December jauh lebih besar karena memang akomodasi seperti hotel dan vila umumnya ada di daerah tersebut.

"Sebagai daerah tetangga kami siap membantu memfasilitasi. Pembukaan Lovely December berupa pesta Natal dan Kembang Api akan dimulai dari Makale lalu seremoni lainnya dilanjutkan di Rantepao," ungkap Theofilus.

Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring selaku ketua panitia lokal mengatakan, pihaknya siap menyambut tamu-tamu baik lokal maupun asing. Menurut dia, sebagian peserta dari kabupaten sudah ada di lokasi sembari mempersiapkan "saung" untuk tempat pameran seni dan budaya serta hasil kerajinan masing-masing daerah.

Pemerintah Toraja Utara, kata dia, bahkan menyambut Lovely December dengan meliburkan sekolah pada 29-30 Desember 2011. "Khusus hari puncak kita liburkan anak sekolah agar mereka berpartisipasi meramaikan event-event wisata," kata bupati.

Kunjungan wisatawan Toraja Utara tahun lalu meningkat dibanding 2009 berjumlah 40.295 orang. Dengan rincian, wisatawan mancanegara 20.559 orang dan wisatawan domestik 19.736 orang.

Pihaknya juga optimis target 70 ribu wisatawan akan tercapai hingga akhir 2011. Agustus hingga Desember merupakan bulan kunjungan wisatawan tertinggi ke Toraja.


Sumber : Fajar Online

Prabowo Dianugerahi Gelar Bangsawan Toraja



TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Keluarga besar Sang Torayaan akan menganugerahi gelar Bangsawan Toraja kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto Djojohadikusumo pada Rabu (28/12/2011) mendatang.

Kehadiran Prabowo di Tana Toraja sekaligus akan menjadi momem partai mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Gubernur Sulsel 2013 nanti. Ketua DPD Gerindra Rudiyanto Asapa disebut-sebut bakal menjadi kontestan Pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel).

Wakil Ketua Gerindra Sulsel, Suwardi Tahir, menjelaskan tujuan utama kehadiran Prabowo di Toraja untuk menyaksikan prosesi pemakaman ibu mertua Ketua DPD Gerindra Sulsel, Rudiyanton Asapa, Sia Indo' Agnes Sarungallo.

Namun demikian ia tidak menampik ada rencana pertemuan khusus Prabowo dan segenap unsur partai di tingkat DPC dan DPD Sulsel untuk membahas persiapan keikutsertaan Rudiyanto di Pilgub.

"Tujuan utamanya untuk memenuhi undangan Keluarga besar Pak Ketua, tapi memang akan ada pertemuan khusus di luar itu. Bisa jadi soal rencana Bapak maju di pilgub atau juga soal pencapresan Ketua Dewan Pembina, mungkin saja itu," kata Suwardi, Minggu (25/12/2011).

Prabowo akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu (28/12/2011) mendatang kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat carter menuju Tana Toraja. Sedangkan beberapa pengurus teras DPP Gerindra seperti Ketua Umum Prof Dr Suhardi, Sekjen Ahmad Muzani, anggota DPR RI Permadi, dan Sufmi Dasco Ahmad dan beberapa lainnya, akan datang bergelombang mulai Senin (26/12/2011).

Menurut Suwardi, pengurus teras DPP Gerindra akan diinapkan di Makassar terlebih dahulu sebelum bertolak ke Tana Toraja. DPD Gerindra Sulsel telah menyiapkan segala kebutuhan elite DPP di Makassar.

Selain itu, pengurus DPC Gerindra se-Sulsel juga akan berkumpul di Tana Toraja untuk mengikuti rapat konsolidasi partai bersama DPD dan DPP yang dipimpin langsung Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto.

Sumber : Tribun News

Lovely December Picu Pemotongan Harga Kamar Hotel Hingga 50%

Senin, 26 Desember 2011




Potongan harga kamar besar-besaran dilakukan seluruh hotel di Toraja Utara dan Tana Toraja. Sejak memasuki bulan Desember ini discount 30-50 persen diberlakukan oleh manajemen hotel disana.

Seperti yang diungkapkan General Manager (GM) Toraja Luta Resort Hotel Christefany Sambo, Rabu (21/12/2011) kemarin. Saat ditemui kabar-toraja.com mengatakan hal tersebut sering dilakukan disetiap penghujung tahun oleh para pengelolah hotel. “Ini salah satu cara mendukung program Pemerintah  Daerah menjelang Lovely December yang merupakan agenda tahunan Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,” ujar Christefany. Ia menambahkan pemberian Discount Hotel juga pun sangat bervariasi antara 30 sampai 50 persen sesuai dengan edaran Pemerintah Daerah ke dua Kabupaten tersebut.

Lanjut dikatakannya tingkat hunian Toraja Luta Resort sejak tanggal 1 Januari hingga bulan desember ini saat ini tingkat hunian Luta sudah penuh. Yang dilakukan dengan pemberian pelayanan ekstra.

Adapun wisatawan luar negeri yang menginap di Luta Resort kebanyakan berasal dari negara Perancis, Spanyol, Brasil, dan Jepang. Menurut GM termuda di Toraja ini menuturkan para wisatawan itu merasa aman saat melakukan wisata. Yang rata-rata lama huniannya selama 10 hari bahkan lebih.


Ansir Ismu Masuk Bursa Pendamping Judas Amir

 

Nama Ansir Ismu, yang saat ini mejabat sebagai Camat Wara Utara, belakangan ini menjadi pembicaraan dikalangan tim pemenangan Judas Amir. Pasalnya, Mantan Camat Wara itu masuk sebagai salah satu figur yang potensial mendapingi Judas Amir maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Palopo, Januari 2013 mendatang.
Tidak tanggung-tanggung, sejumlah elemen masyarakat pendukung Ansir Ismu, secara khusus menemui Judas Amir untuk menyampaikan dukungannya agar menggandeng Ansir sebagai pendampingnya pada Pemilukada nanti.
Pengurus Dollz Generation, Ahmad Gazali, misalnya, saat bersilaturahmi dengan Judas Amir, mengusulkan nama Ansir Ismu masuk dalam survei bakal calon pendamping Judas.
Bahkan, dia bersama pengurus Dollz Generation sebagai salah satu group pemuda terbesar di Palopo, mengusulkan tagline DAMAI (Judas Amir-Muh Ansir Ismu) jika dua tokoh ini maju berpasangan di Pilkada Palopo.
Dukungan serupa juga disampaikan puluhan pengurus majelis taklim Sabbamparu, Kecamatan Wara Utara. Saat menemui Judas Amir di posko pemenangannya, beberapa waktu lalu, juga menjagokan Ansir Ismu sebagai pendaping Judas.
Senada itu, Ketua majelis taklim Kelurahan Pajelasang dan Lagaligo Muhayyang, juga mengusulkan hal serupa. “Kami siap mendukung dan siap menjadi tim pemenangan Damai (Judas-Ansir Ismu),” kata Muhayyang.
Sementara itu, Ketua Tim Judas Amir, Wirawan A Maga menyatakan, hingga saat ini, Judas Amir belum menentukan pasangannya karena sebanyak 21 kandidat masih disurvei sebagai mekanisme penentuan calon pendamping Judas.
Namun, Wirawan mengakui, dari 21 nama tersebut, nama Ansir Ismu memang termasuk salah satu di antaranya.
“Saya bersama tim Judas telah bertemu Ansir Ismu untuk menyampaikan dan kesediaan disurvei. Beliau menyatakan kesiapannya," katanya.


Sumber : luwuraya

Menteri Pariwisata Diagendakan Hadiri Lovely Desember


 
Menteri Pariwisata RI Mari Elka Pangestu dijadwalkan akan hadir pada malam puncak Lovely Desember yang akan dipusatkan di Kabupaten Toraja Utara.

Sekretaris Daerah Toraja Utara Lewaran Rantela'bi mengatakan kedatangan Manteri Pariwisata RI itu selain mengikuti rangkaian acara Lovely Desember, juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan patung raksasa Bunda Maria yang akan dibangun di Burake.

Menurut Lewaran, diharapkan momentum puncak acara Lovely Desember ini selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, juga diharap agar mendongkrak kunjungan wisatawan lokal.

“Temasuk bagi warga perantau Toraja dimana pun berada, diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk pulang kampung meramaikan Toraja,” imbau Lewaran saat menggelar konfrensi pers dalam rangka pelaskanaan Lovely Desember in Toraja di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Selasa (13/12/11) siang tadi.

Kedatangan Mari ke Toraja dalam rangka pelaksanaan Lovely Desember bukan yang pertama kalinya. Pada perayaan natal 2010 yang masuk dalam rangkaian Lovely Desember 2010 lalu, Mari juga datang menghadiri bersama-sama dengan Komjen Pol Geries Mere


Sumber : luwuraya

Festival Kuliner Ma'piong di Toraja Akan Pecahkan Rekor Dunia




Panitia penyelenggara Lovely Desember membuat gebrakan baru dalam perayaannya tahun ini. Gebrakan tersebut yakni dengan mengundang Musium Rekor Dunia Indonesia (Muri) dalam rangka pelaksanaan Festival Kuliner Ma’piong di Rantepao, Selasa (27/12/11) mendatang.

Ditargetkan, dalam festival kuliner ini akan diikuti oleh ribuan orang dan akan dicatat sebagai festival kuliner daerah terpanjang dan terbanyak. Selain itu, disaat festival, nantinya makanan khas daerah Toraja ini akan dibagi bagikan kepada setiap orang yang ada di lokasi pelaksanaan untuk makan bersama.

Untuk diketahui, tradisi kuliner Ma’piong adalah memasak makanan seperti layaknya makanan biasa namun dengan menggunakan media bambu sebagai wadah untuk memasak. Bahan berupa daging dan sayuran dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar hingga bahan tersebut matang.

Selain melaksanaan festival kuliner Ma’piong,

panitia juga menggelar tarian adat massal serta pegelaran alat musik bambu yang merupakan tradisi khas Toraja.

Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring saat konfrensi pers dalam rangka Kegiatan Lovely Desember, Selasa (13/12/11) siang tadi mengatakan diharapkan kegiatan ini dapat memacu kembali kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya Toraja, selain itu diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Toraja Utara.


Sumber : luwuraya
 

© Copyright Berita Toraja 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.